๐ก Firewall Network
Blokir / izinkan traffic sebelum sampai VPS.
Firewall Network = satpam di depan gerbang VPS. Cek setiap paket sebelum masuk โ kalau tidak diizinkan, langsung tolak. Bekerja di level jaringan datacenter, jauh lebih cepat dari firewall di dalam VPS (mis. ufw) dan tetap jalan walau VPS reboot/crash.
Kenapa pakai firewall network?
- Blokir DDoS / port scan otomatis sebelum sampai VPS โ hemat CPU
- Blokir akses dari IP tertentu (misal whitelist SSH ke IP kantor saja)
- Backup layer kalau firewall di dalam VPS mati / salah config
- Tidak mempengaruhi kernel VPS โ pure network layer
โ Firewall ini STATELESS โ tidak seperti iptables yang inget history koneksi, firewall network cuma lihat paket satu-per-satu. Konsekuensinya: kalau Bapak/Ibu allow port 80 masuk saja, waktu VPS reply ke browser client, paket reply-nya bakal ditolak karena tidak ada rule allow port sumber >1024.
Solusi: rule #0 WAJIB allow TCP ESTABLISHED โ biar semua reply paket koneksi outbound yang sudah terjalin bisa masuk balik.
Solusi: rule #0 WAJIB allow TCP ESTABLISHED โ biar semua reply paket koneksi outbound yang sudah terjalin bisa masuk balik.
Pattern rule yang BENAR (rekomendasi)
Susun rule sesuai pola berikut biar aman + VPS tetap punya internet:
Urutan 0 : ALLOW TCP ESTABLISHED dari 0.0.0.0/0 โ WAJIB, reply outbound Urutan 1 : ALLOW TCP dari 0.0.0.0/0 port 22 โ SSH Urutan 2 : ALLOW TCP dari 0.0.0.0/0 port 80 โ HTTP Urutan 3 : ALLOW TCP dari 0.0.0.0/0 port 443 โ HTTPS Urutan 4 : ALLOW UDP dari 0.0.0.0/0 port 443 โ HTTP/3 (opsional) Urutan 5-18: (ports lain sesuai kebutuhan) Urutan 19 : DENY IPv4 dari 0.0.0.0/0 โ WAJIB, catch-all penutup
Cara baca:
- Rule dievaluasi urut dari #0 โ #19. Yang pertama match, itu yang menang.
- Rule #0
ESTABLISHED= allow paket dari koneksi yang sudah established โ reply dari VPS ke request outbound kita bisa masuk. Tanpa ini,apt update,ping google.com, dll akan diam / timeout. - Rule #1-N = allow inbound baru untuk service yang mau dibuka (SSH, HTTP, HTTPS, dll).
- Rule #19
DENY all IPv4= penutup yang bilang "selain di atas, tolak semua".
๐ก Di panel Firewall ada tombol ๐ฏ Setup aman cepat โ auto-bikin pattern di atas dengan checklist port yang Bapak/Ibu butuh. Lebih cepat + tidak bakal salah urutan.
Cara aktifkan step-by-step
1
Buka menu Firewall
Menu ๐ก Firewall di panel VPS โ status per IP tampil.
2
Klik Aktifkan Firewall
Tunggu 30-90 detik untuk provisioning di sisi jaringan datacenter.
3
Klik ๐ฏ Setup aman cepat
Pilih port yang mau dibuka (SSH, HTTP, HTTPS, dll) โ Terapkan. Sistem otomatis bikin rule #0 ESTABLISHED + allow port yang Bapak/Ibu centang + rule #19 DENY all.
4
(Opsional) Tambah rule custom
Kalau butuh rule khusus (whitelist SSH dari IP tertentu, blokir range IP tertentu), klik + Tambah rule โ pilih urutan di antara #1-#18.
โ Jangan hapus rule #0 ESTABLISHED atau rule #19 DENY all sembarangan!
- Hapus #0 โ VPS tidak bisa akses internet (update, ping, download semua gagal)
- Hapus #19 โ port yang tidak Bapak/Ibu allow tetap terbuka semua
โ Jangan blokir SSH tanpa test! Kalau rule salah + Bapak/Ibu blokir port 22, tidak bisa masuk lagi via SSH. Selalu test rule di port non-critical dulu (mis. port 8080), kalau berhasil baru terapkan ke port kritis. Kalau terlanjur lockout, buka menu Firewall lalu klik โธ Non-aktifkan โ semua rule di-bypass sementara.
Contoh: whitelist SSH dari IP kantor saja
Ganti rule SSH generic dengan versi yang hanya allow IP kantor Bapak/Ibu:
Urutan 0 : ALLOW TCP ESTABLISHED dari 0.0.0.0/0 Urutan 1 : ALLOW TCP dari 203.0.113.42/32 port 22 โ IP kantor saja Urutan 2 : ALLOW TCP dari 0.0.0.0/0 port 80 Urutan 3 : ALLOW TCP dari 0.0.0.0/0 port 443 Urutan 19: DENY IPv4 dari 0.0.0.0/0
Sekarang SSH tidak bisa diakses dari mana pun kecuali IP kantor Bapak/Ibu. Jauh lebih aman dari serangan brute-force.
๐ก Firewall network TIDAK menggantikan firewall dalam VPS (
ufw / iptables). Pakai keduanya (defense in depth): firewall network = lapisan pertama, firewall VPS = lapisan kedua.